Sunday, 28 February 2016

Lafaz Cintaku

بسم الله الرحمن الرحيم

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

Tidak pernah aku menemui dan mengenali insan yang lembut dan sopan sepertimu. Tingkah laku mu, pakaian mu, gerak langkahmu, bicara mu dan tutur bahasa mu yang sopan cukup untuk mencantikkan lagi paras rupa mu. Sebagai seorang muslimah yang sangat menjaga ikhtilat dan sopan santun budaya Islam, ia sudah cukup untuk membuatkan mana-mana pemuda untuk tertarik denganmu.  Dua tahun aku memendam perasaan ini setelah buat kali pertama aku mengenalimu didalam sebuah pertemuan yang diredhaiNya inshaAllah.

Surat in saya tulis dengan tulus ikhlas, saya tulis dengan jiwa yang tenteram, dan tidak punyai maksud yang tidak baik. Rasa bersalah besar pada hati sendiri, jika perasaan ini tidak saya luahkan segera. Amatlah tidak baik jika perasaan demikian hanya disimpan-simpan saja sedangkan agama membenarkan umatnya menyatakan hasrat yang baik ini jika ia kerana Allah Taala. Walaupun saya tahu kebarangkalian untuk hasrat ini ditolak, namun setelah meluahkannya ianya cukup melapangkan hati saya yang sarat menampung perasaan yang saya pendam selama ini.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya mulakan dengan memohon kemaafan atas jalan yang saya ambil untuk menulis surat seperti ini. Kelemahan saya kerana saya tidak tahu apakah kamu senang atau tidak dengan cara sebegini, dan juga kerana tidak lain atas rasa malu saya padamu. Mudah-mudahan perbuatan saya ini bukanlah hal yang melanggar syar'i kerana niat saya tulus kerana Ilahi..


Gementar juga hati dan tangan saya ketika menulis isi surat ini. Hati ini memaksa untuk menulis, banyak yang terasa, banyak yang terpendam, walaupun setelah beberapa kali saya cuba menulis, rasa takut dan malu itu sentiasa berlawan dengan niat hati saya hingga tak tentu dari mana harus saya mulakan. Jujurnya telah saya cuba mencari kekuatan dalam sujud, istikharah dan sentiasa memohon supaya diri ini untuk terus memberanikan diri untuk mengambil keputusan ini. Mungkin hanya di atas kertas tidak cukup menggambarkan niat saya yang tulus ini namun bergantung pada kamu untuk menilainya dan saya serahkan segalanya pada Allah. kerana melalui doa, kita bebas untuk meluahkan rasa.

Telah lama aku memendam rasa, memerhati tingkah laku mu, apakah kamu masih berpunya atau belum, tetapi aku terlalu malu  dan takut menganggu mu. Aku menuggu saat yang sesuai untuk menyatakan hasrat ini langsung pada mu. Pada hari konvo mu, aku menguatkan diri untuk mengirim bunga tanda permulaan untuk aku meluahkan hasrat ini.

Hatiku gementar. Takut. Namun, aku kuatkan diri ini untuk menulis surat ini. Tulisan ini tak lain atas niat suci yang terlalu besar hingga saya tak mampu untuk memendamkan terlalu lama. Berawal dari niat suci, hingga tak ingin jika sampai dikotori oleh kesalahan dan dosa. Dan ingin saya akhiri dengan kesucian hati yang tak ternoda oleh rangkaian kata-kata usang ini. Dengan memohon redha dariNya dan dengan lafaz yang suci Lillahitaala..

Jika engkau berkenan, Insya Allah, saya ingin menyampaikan niat tulus saya untuk melamar kamu sebagai isteri saya agar dapat kita bersama-sama menuju cinta ilahi hingga mencapai redha Allah dunia dan akhirat.

Namun, jika tiada perkenan darimu, saya rela dan ikhlas menerima sepenuh hati, Insya Allah.

Diriku bukanlah ingin memaksa mu  perlu pantas atau gopoh untuk melangsungkan pernikahan, sedang saya juga masih belum kukuh dari segi kewangan dan urusan yang lain, tetapi ianya adalah untuk menunjukkan kesungguhan hati saya untuk memilih mu dan menerima mu sebagai isteriku kelak.Kerana dalam hal seperti ini saya juga sedar ianya mungkin akan mengambil masa setahun atau 2 atau mungkin lebih. Jika diperkenakan dari mu dan diizinkan Allah kamu bersetuju, saya sedia menunggu tiba saat itu dengan penuh sabar inshaAllah.

Akhir kata, Maaf tak terkira saya sampaikan, atas kelancangan dan sikap yang saya ambil dalam surat yang tertulis dalam putihnya harapan ini. Mungkin ada yang berkata, "Diamnya seorang wanita adalah persetujuannya." Tetapi jika ada diam atas tulisan ini, saya anggap saja sebagai tiadanya perkenan darimu.



Ya Allah…
Aku berdoa untuk seorang wanita yang nantinya akan menjadi sebahagian dalam hidupku. Seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun, sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya. Seorang wanita yang akan meletakkanku di posisi kedua di hatinya setelah Engkau Ya Allah.

Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-Mu dan untukku. Seorang wanita yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas. Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku. Seorang wanita yang tidak hanya memujiku tetapi juga menasihatiku ketika aku berbuat salah.

Seorang wanita yang mencintaiku bukan hanya karena paras rupa, dan harta semata  tetapi lebih kepada hatiku. Seorang wanita yang mampu menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu. Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai lelaki sejati ketika ia perlukan bantuanku.

Seorang wanita yang memerlukan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang wanita yang memerlukan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya. Seorang wanita yang memerlukan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna. Dan seorang wanita yang selalu memerlukan senyum dan tawaku untuk mengatasi kesedihannya.

Aku tidaklah ingin meminta seorang wanita yang sempurna, tetapi cukup memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin selalu dekat dengan-Mu Ya Allah. Aku juga meminta buatlah aku menjadi lelaki yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku. Berikanlah aku hati yang sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh mencintai-Mu dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang cantik. Sehingga ku kan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah engkau berikan.

Dan bilamana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, “Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada kami pasangan yang benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna…”

Aku sama sekali tidak tahu siapa wanita yang telah Kau pilihkan untukku. Tapi aku sangat meyakini bahwa Engkau akan mempertemukan kami pada waktu yang tepat. Dan akan membuat segala sesuatunya menjadi sangat indah pada waktu yang telah Engkau tentukan nanti. 

Amin Ya Rabbal'alamin....


#NhHM 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih kerana sudi singgah di blog ini. Semoga bermanfaat (^_^)v